Rumah Mu Pulang Masih di Tempat yang Lama
Satu hal yang belum selesai hingga saat ini adalah sebuah perasaan. Semua kejadian telah berlangsung dalam hubungan kami berdua, "Kata break dalam suatu hubungan sama saja putus", itu menurut aku.
Aku pernah menyanyangi dia selama 6 tahun lamanya, dan hingga saat ini pun masih ku pikirkan tentang sebuah perasaan.
Pernahkah kamu berpikir, melakukan break dalam suatu hubungan? jika pernah, itu sama saja putus. Digantungin itu ga enak banget, rasanya seperti menahan rasa rindu yang teramat lama.
Dia telah kehilang sosok panutan dalam hidupnya, yaitu Ayah. Tangisan, cerita, dan ucapan dari seorang ayah mengingatkannya akan sebuah kesalahan yang pernah ia lakukan selama beliau masih hidup.
Aku tak bisa menyentuh bahkan memeluk kamu yang sedang menangis dalam hati. Aku tahu pasti kau menangis juga dalam sepi.
Kamu yang buat aku jadi menjauh, aku tau jauh dalam hati mu kamu juga merindukan. Tapi karena ego mu yang lebih besar dari rasa sayang, maka sikap mu seperti itu kepada aku.
Mungkin aku pernah berharap besar kepada mu, tapi nyatanya harapan ku hingga saat ini hanyalah kekecewaan terhadap sebuah janji.
Tuhan tidak pernah tidur, Tuhan tau apa yang akan Ia perbuat kepada hubungan kami. Aku juga tidak tahu, apakah kamu disana masih punya rindu yang sama seperti aku merindukan kamu disini? apakah rasa sayang mu masih ada untuk aku? hanya waktu yang mampu menjawabnya.
Saat ini aku tidak tahu kamu sedang berada dipelukan siapa? tapi ingatlah bahwa rumah mu pulang bukan dengan dia yang membuat mu hanya senang sesaat, tetapi rumah mu pulang masih berada di tempat yang lama.
Berubahlah kamu menjadi pria yang lebih baik, dan lebih penyanyang. Karena saat ini kita berada di dua jalan yang mana harus kita pilih untuk kedepannya nanti. Semoga Tuhan mendengarkan semua doa ku, semoga nanti kita bisa berada dibawah janji seperti yang pernah kamu inginkan. Amin
Aku pernah menyanyangi dia selama 6 tahun lamanya, dan hingga saat ini pun masih ku pikirkan tentang sebuah perasaan.
Pernahkah kamu berpikir, melakukan break dalam suatu hubungan? jika pernah, itu sama saja putus. Digantungin itu ga enak banget, rasanya seperti menahan rasa rindu yang teramat lama.
Dia telah kehilang sosok panutan dalam hidupnya, yaitu Ayah. Tangisan, cerita, dan ucapan dari seorang ayah mengingatkannya akan sebuah kesalahan yang pernah ia lakukan selama beliau masih hidup.
Aku tak bisa menyentuh bahkan memeluk kamu yang sedang menangis dalam hati. Aku tahu pasti kau menangis juga dalam sepi.
Kamu yang buat aku jadi menjauh, aku tau jauh dalam hati mu kamu juga merindukan. Tapi karena ego mu yang lebih besar dari rasa sayang, maka sikap mu seperti itu kepada aku.
Mungkin aku pernah berharap besar kepada mu, tapi nyatanya harapan ku hingga saat ini hanyalah kekecewaan terhadap sebuah janji.
Tuhan tidak pernah tidur, Tuhan tau apa yang akan Ia perbuat kepada hubungan kami. Aku juga tidak tahu, apakah kamu disana masih punya rindu yang sama seperti aku merindukan kamu disini? apakah rasa sayang mu masih ada untuk aku? hanya waktu yang mampu menjawabnya.
Saat ini aku tidak tahu kamu sedang berada dipelukan siapa? tapi ingatlah bahwa rumah mu pulang bukan dengan dia yang membuat mu hanya senang sesaat, tetapi rumah mu pulang masih berada di tempat yang lama.
Berubahlah kamu menjadi pria yang lebih baik, dan lebih penyanyang. Karena saat ini kita berada di dua jalan yang mana harus kita pilih untuk kedepannya nanti. Semoga Tuhan mendengarkan semua doa ku, semoga nanti kita bisa berada dibawah janji seperti yang pernah kamu inginkan. Amin

Komentar
Posting Komentar